Powered By Blogger

Kamis, 17 Juni 2021

BAGJA - Demonstrasi Kontekstual - Inkuiri Apresiatif


1.3.a.7.1 Demonstrasi Kontekstual - Inkuiri Apresiatif

Model B-A-G-J-A

OLEH

FX DENI ISWANTO, S.Pd.

SD Negeri 1 Pesawahan Bandar Lampung

 

Prakarsa Perubahan

Menumbuhkan Motivasi Siswa dalam Mewujudkan Merdeka Belajar

Tahapan

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu  dilakukan untuk menjawab      pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Apa saja yang dapat menumbuhkan semangat siswa saat belajar?

·         Memberikan apresiasi kepada siswa berupa penguatan verbal dan non verbal.

·         Dalam KBM menggunakan media pembelajaran yang menarik.

·         Menggunakan metode mengajar yang bervariasi.

·         Menciptakan ruang kelas yang nyaman untuk belajar.

·         Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

·         Belajar dengan materi yang ada di sekitar siswa.

A-mbil pelajaran (Discover)

Hal positif apa yang ada pada diri siswa dan lingkungan (teman, guru, dan keluarga) yang bisa menumbuhkan semangat           saat belajar?

·         Dukungan kepala sekolah.

·         Hubungan yang baik antar siswa.

·         Potensi dan kemampuan guru.

·         Sarana dan prasarana sekolah yang baik.

·         Orang tua yang peduli dengan anaknya.

·         Bakat dan kemampuan yang dimiliki siswa.

·         Kelas yang bersih dan nyaman.

G-ali mimpi (Dream)

Hal positif apa yang akan terjadi di masa depan bila memiliki semangat saat belajar?

·         Siswa akan dapat menemukan jati dirinya.

·         Apa yang menjadi harapan dan cita-cita dapat terwujud.

·         Siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.

J-abarkan rencana (Design)

Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menumbuhkan semangat belajar  siswa?

·         Mengenali potensi dan bakat siswa.

·         Memberikan tanggung jawab dimulai dari hal yang kecil.

·         Memberikan apresiasi dan penghargaan ketika siswa mampu melaksanakan tugas dengan baik.

A-tur eksekusi (Deliver)

Siapa saja yang akan membantu untuk menumbuhkan semangat belajar pada siswa?

·         Kepala sekolah

·         Rekan sejawat

·         Teman sekelas

·         Orang tua siswa

Kapan upaya menumbuhkan semangat belajar akan mulai dilakukan?

·         Pada tahun pelajaran baru 2021 - 2022

 

 







Sabtu, 12 Juni 2021

1.2.a.9. Koneksi Antar Materi - - Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Nama:  FX Deni Iswanto

Unit Kerja:  SD Negeri 1 Pesawahan Kota Bandar Lampung

CGP Angkatan 2 Kota Bandar Lampung


NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 Setelah saya mempelajari modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak banyak hal yang saya dapatkan. Nilai-nilai baik yang saya dapatkan di PKP ini jika diterapkan di sekolah saat mengajar akan membawa pembelajaran yang lebih bermakna. Siswa mendapatkan apa yang semestinya didapatkannya.

Sebagai calon guru penggerak setelah mempelajari modul ini saya akan berusaha berkomitmen dalam mewujudkan pembelajaran dengan menjalankan nilai-nilai:

1.      Mandiri

Seorang guru harus mampu berdiri sendiri dalam melakukan berbagai kegiatan. Dengan mandiri maka seorang guru akan mampu bertanggungjawab terhadap hal-hal atau keputusan yang telah diambil.

2.      Reflektif

Seorang guru akan terbuka dengan segala bentuk perubahan, dimana dia harus mampu menerima hal-hal yang baru. Melalui reflektif ini juga seorang guru akan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di sekitar.

3.      Kolaboratif

Seorang guru akan mampu bekerja sama dengan teman-teman sejawatnya guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Dengan berkolaboratif ini juga seorang guru akan mampu mengetahui apa kekurangan dan kelebihan dalam proses belajar mengajar.

4.      Inovatif

Sebuah cara untuk mendapatkan solusi-solusi atau hal-hal baru dan ide-ide kreatif dalam rangka menyelesaikan tugas pembelajarannya.

5.      Pembelajaran yang terpusat pada murid

Dalam hal ini seorang guru akan memberikan kesempatan kepada siswa dengan seluas-luasnya untuk mengembangkan kreatifitasnya.

 Banyak hal positif bagi siswa jika peran sebagai guru penggerak dapat dilaksanakan dengan baik. Hal-hal positif itu diantaranya:

1.      Siswa memperoleh pengalaman belajar bermakna yang berpusat pada siswa.

2.      Siswa mengalami merdeka belajar.

3.      Siswa dapat belajar dengan bahagia dalam lingkungan yang nyaman dan mendukung.

4.      Siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya.

5.      Terbentuk profil pelajar Pancasila pada siswa (beriman, berahlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis dan mandiri).

 

KETERKAITAN ANTARA NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK DENGAN FILOSOFI KI HADJAR DEWANTARA

 Filosofi Ki Hajar Dewantara tentang berhamba pada anak semestinya dimiliki oleh guru penggerak sebagai pemimpin dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan serta bisa memotivasi sehingga dapat semakin menguatkan kemampuan untuk memberdayakan siswa. Ini yang menjadi pesan Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Anak harus tajam pikirannya, halus rasanya, kuat dan sehat jasmaninya.

Untuk itu guru semestinya menjalankan nilai dan peran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam yaitu guru dapat menerapkan nilai mandiri, reflektf. Kodrat zaman yaitu guru dapat menerapkan nilai inovatif, kolaboratif, pembelajaran yang berpusat pada murid.

 

STRATEGI YANG DILAKUKAN UNTUK MENCAPAI NILAI REFLEKSI DIRI

 Strategi yang saya miliki dan digunakan untuk mencapai nilai tersebut adalah:

1.      Mandiri: belajar dan melakukan sesuatu secara mandiri, memiliki inisiatif diri untuk maju dan berkembang.

2.      Reflektif: melakukan refleksi setelah mengajar yaitu menganalisis kelebihan dan kekurangan apa yang harus ditambahkan atau diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

3.      Kolaboratif: melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat, mengajak bersama-sama untuk memeningkatan kompetensi sebagai guru.

4.      Inovatif: menciptakan sesuatu yang baru seperti metode pembelajaran utnuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa.

5.      Berpusat pada murid: menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru dapat membuat desain pembelajaran bertema merdeka belajar. Siswa dapat memilih cara penyelesaian tugas sesuai dengan minat dan bakat mereka.


 PIHAK YANG MEMBANTU DALAM MENCAPAI GAMBARAN DIRI DAN PERANNYA

 Pihak yang terlibat dalam membantu saya mencapai nilai dan peran guru penggerak adalah:

1.      Kepala sekolah sebagai penanggung jawab instansi tempat saya betugas.

2.      Rekan sejawat sebagai mitra untuk berkolaborasi.

3.      Siswa sebagai subjek dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

4.      Orang tua siswa sebagai pendukung dengan menjadi mitra bagi guru dalam rangka mensukseskan program yang akan dirancang oleh guru untuk peningkatan hasil belajar siswa.




Rabu, 09 Juni 2021

1.3.a.4. Eksplorasi Konsep - Visi Guru Penggerak

 Meraih Mimpi

 

Mimpi saya berawal saat mulai menginjak bangku kuliah. Setelah mantap untuk mengikuti studi di PGSD Unila mulailah muncul angan-angan untuk menjadi seorang guru yang mampu menjadi teladan bagi orang lain, disenangi oleh orang-orang yang ada disekitar kita, ingin menjadi hebat (manusiawi ketika masih muda, hehehehehheee). Orang tua saya menjadi salah satu sumber inspirasi bagi saya karena kebetulan ibu saya adalah seorang guru SD.

Untuk mewujudkan mimpi itu saya berusaha untuk rajin dan tekun dalam belajar juga berorganisasi baik di kampus maupun di desa. Setiap semester berusaha mendapatkan IPK yang tinggi. Di kampus saya aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan terpilih sebagai Ketua HMJ PGSD Unila selama 1 periode. Selain aktif di kampus di lingkungan rumah saya juga aktif dalam kegiatan kepemudaan. Saya dipilih untuk menjadi Ketua Karang Taruna di desa tempat saya tinggal selama 2 periode. Hal ini semakin menumbuhkan wawasan dan pengalaman saya dalam berbagai hal. Pengalaman berorganisasi ini menjadi modal saya untuk terus mengembangkan diri guna meraih mimpi yang saya inginkan. Kendati sibuk dengan kegiatan organisasi di desa maupun di kampus saya tetap fokus dengan yang paling penting yaitu fokus pada kuliah. Dan yang paling dinanti diakhir kuliah adalah wisuda. Puji Tuhan dalam kelulusan saya memperoleh IPK dengan predikat cumlaude meski sibuk dengan berbagai kegiatan baik di desa maupun di kampus dan yang menjadi kebanggaan bagi saya pribadi adalah saat dinobatkan menjadi wisudawan terbaik. Dari sini mulai muncul keinginan untuk menjadi seorang guru yang profesional.

Profesi guru saya dimulai setelah lulus kuliah ditawari oleh kepala sekolah dimana saya PPL di SD Negeri 3 Metro Pusat untuk mengajar sebagai guru honorer. Kendati hanya mendapatkan honor Rp. 250.000 per bln tetapi semangat saya untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan saat menempuh pendidikan dikampus. Niat untuk menjadi guru terus saya kobarkan dalam diri agar jangan sampai putus karena honor yang bisa dibilang kecil tetapi tetap saya syukuri. Selalu berharap untuk menjadi guru ASN selalu saya kuatkan dalam diri. Akhirnya harapan dan penantian itu terwujud setelah mengabdikan diri selama 3 tahun menjadi guru honor. Setelah melalui perjuangan yang panjang dengan tekat dan semangat yang pantang menyerah dengan selalu belajar dan terus belajar. Perjalanan sebagai guru ASN dimulai sejak 1 Januari 2010. Langkah awal yang pastinya akan begitu panjang sampai pada batas nanti pensiun diawali dengan keyakinan dan ketekatan untuk mewujudkan mimpi saat kuliah.

Jika ingin maju orang harus mempunyai mimpi. Mimpi itu tidak datang begitu saja tetapi mimpi itu adalah kekuatan untuk sebuah harapan. Tidak mudah untuk mencapai sebuah mimpi karena membutuhkan proses yang tidak sebentar. Dan proses itu saya peroleh dari ketekunan, motivasi, semangat, kemauan untuk terus belajar, selalu bersyukur, doa dari orang tua, dan selalu pasrah dan memohon kepada Sang Pencipta.

Ini adalah mimpi yang memotivasi saya sehingga saya bisa menjadi seperti ini.

Jumat, 04 Juni 2021

1.1.a.10. Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

 A.     LATAR BELAKANG

Masa pandemi covit-19 ini membuat sekolah dan guru dituntut untuk tetap memberikan pembelajaran kepada semua anak-anak didik. Siswa belajar secara madiri di rumah dibimbing oleh orang tua dan guru. Sekolah kami tetap menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. siswa diberikan kebebasan dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuannya. Dalam pembelajaran masa pandemi ini sekolah kami menerapkan pembelajaran daring luring berbasis aplikasi whatsapp. Tentunya guru harus pandai dan jeli dalam memberikan materi pembelajaran karena terbatasnya sarana yang digunakan. Untuk itu kompetensi guru harus ditingkatkan agar pembelajaran yang diberikan menjadi bermakna. Ketika jaman semakin berkembang maka guru harus berusaha untuk meningkatkan kompetensinya agar tidak tertinggal dari peradapan di era digital ini.

 

B. Tujuan

Adapun tujuan dari rancangan aksi nyata ini yaitu sebagai berikut.

1.    Untuk  memahami pentingnya pengembangan diri dalam rangka meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh guru.

2.    Untuk merancang dan mewujudkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

 

C.     DESKRIPSI AKSI NYATA

Kegiatan aksi nyata ini diawali dengan mempersiapkan perencanaan pembelajaran yang akan digunakan. Persiapan dalam pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran dikoordinasikan dengan rekan sejawat. Guru dituntut untuk memberikan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Menanamkan sikap kemandirian dalam proses belajar dan berlatih dirumah sesuai kesenangannya sangat dibutuhkan. Menggali kemampuan yang dimiliki siswa sambil bermain namun bermakna dan menyenangkan di masa pandemi Covid 19 bukan berarti ingin membiarkan mereka sendiri saja untuk belajar. Kerja sama yang baik dari pihak sekolah, guru, maupun orang tua untuk mengarahkan dan memantau proses kegiatan siswa harus dilakukan. Kemerdekaan belajar bagi siswa saya terakan di sekolah. Saya juga menyampaikan nilai-nilai dan peran guru penggerak sebagai agen transformasi pendidikan kepada rekan sejawat.

Aksi nyata diawali dengan mempersiapkan berbagai peralatan yang diperlukan dalam praktikum. Saya mererapkan pembelajaran inkuiri dalam bentuk praktikum yang diawali dengan Ice breaking dan pada tahap pembelajaran mengkombinasikan pembelajaran dengan permainan. Saat praktikum dilaksanakan siswa merasa senang dan antusias. Perubahan terjadi ketika mereka aktif dalam belajar tanpa harus takut ketika ingin bertanya maupun menjawab.

 


D. HASIL AKSI NYATA

Adapun hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1.    Siswa sangat antusias dalam melakukan praktikum dan lebigh bergairah dalam berlatih. Bekerja secara kelompok dalam suasana yang gembira dan menyenangkan namun serius membuat pembelajaran yang sesuai dengan kodrat anak.

2.    Sekolah sangat mendukung penuh serta membantu dalam kegiatan aksi nyata, sehingga kegiatan aksi nyata bisa berjalan dengan baik.

 

Dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki kemauan untuk belajar menuju perubahan dapat dilakukan kearah yang lebih bermakna dengan cara siswa dapat belajar melalui  media sosial dan guru berkolaborasi dengan teman sejawat. Menambah ilmupengetahuan dapat dilakukan guru dengan  mengikuti seminar maupun diklat.

 

E. Refleksi

Selama melaksanakan aksi nyata, pembelajaran nilai dan peran guru penggerak sangat saya rasakan.  Saya menjadi termotivasi untuk melakukan pembelajaran yang lebih berpihak kepada siswa. Merdeka belajar menjadi prioritas saya dalam setiap pembelajaran yang saya terapkan.  Peran dan nilai- nilai dari guru penggerak haruslah dimiliki oleh semua guru supaya dapat mengimplementasikan peran dan nilai- nilai dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membahagiakan. Yang terpenting adalah selalu memberikan kemerdekaan belajar kepada siswa. Siswa dapat menjadikan sekolah sebagai rumah kedua untuk belajar dan berkembang sesuai kodratnya.

Jumat, 22 Juli 2016

Pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar SD Kelas Atas

Pada tanggal 15-25 Juli 2016 di Hotel Kurnia Perdana dilaksanakan Pelatihan bagi guru sebagai Instruktur Nasional dalam rangka peningkatan kualitas guru dalam pelaksanaan UKG (Uji Kompetensi Guru) yang pada tahun 2016 ini mempunyai pasinggrit lebih tinggi yaitu 65,00 dibandingkan pada tahun 2015 yang hanya 55,00. Ada dua kelas yaitu kelas C (kelas bawah) dan Kelas E (kelas atas). Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para guru yang mengikuti pelatihan ini dan nantinya dapat diaplikasikan saat menjadi mentor di daerahnya masing-masing.
Peserta dari kegiatan ini dari berbagai daerah kabupaten/kota di wilayah Provinsi Lampung. Setiap kabupaten/kota mengirimkan guru-guru yang nilai UKG 2015 mendapatkan nilai dalam ring 71-100 sebagai salah satu syarat untuk menjadi Instruktur Nasional.

Selasa, 19 Juli 2016

Senin, 18 Juli 2016

Modul Guru Pembelajar SD KKA Kelas Tinggi

Untuk mendapatkan modul ini silahkan klik disini. 
Semoga modul ini dapat berguna bagi kita semua.
Modul ini berisi panduan bagi Guru Pembelajar SD Kelas Atas.